Cara Berpikir Orang NLP

“NLP itu pola pikir, bukan hanya teknik,” ujar salah seorang trainer NLP yang pernah menjadi instruktur dalam pelatihan NLP yang saya ikuti. Mendengar itu, saya yang belum lama mendengar istilah NLP pun sedikit penasaran: apa yang dia maksud dengan ‘pola pikir NLP’ itu. Sepenangkapan saya waktu itu, beberapa konsep dan teknik NLP yang diajarkan sebenarnya tidak terlalu asing bagi saya. Ia hanyalah pengembangan mutakhir dari psikologi juga—latar belakang pendidikan saya. Hanya saja, ketika itu rasa ingin tahu saya pun terpecut akibat hasil-hasil praktik NLP yang dipaparkan oleh sang trainer. Jadilah saya kemudian mencari berbagai macam cara untuk mempelajari NLP sedikit lebih dalam.

(more…)

NLP for Dummies: History of NLP*

Loh, kok jadi sejarah?

Well, saya mempunyai 2 alasan mengapa di artikel-artikel awal seperti ini justru membahas mengenai sejarah—sesuatu yang sering dianggap sebagai hal yang membosankan. Pertama, cara termudah yang sampai saat ini saya temukan untuk memberi pemahaman tentang gambaran besar NLP adalah dengan menerangkan sejarah kemunculannya. Kedua, mempelajari sejarah NLP menjadikan saya lebih obyektif memandang NLP dengan lebih obyektif. Alasan terakhir ini penting, karena sejauh ini saya banyak menemukan publikasi yang begitu bombastis mengenai NLP dan turunannya. Padahal menurut saya, selayaknya sebuah ilmu, NLP pun juga tidak (more…)

NLP for Dummies: What is NLP?

“Apa sih NLP itu?”

Ini adalah pertanyaan standar yang seringkali muncul setiap kali saya berbicara tentang NLP. Namanya yang sedikit aneh memang membuat banyak orang mengalami have-no-clue syndrome ketika mendengarnya. Neuro-Lingustic Programming, apa itu?

Sampai saat ini, saya pun juga belum menemukan definisi pasti dan formal mengenai NLP. Yang ada hanyalah definisi yang diuraikan oleh beberapa pendiri NLP berdasarkan (more…)

Mengapa NLP dan Street Smart NLP?

Down to earth psychology. Inilah impian saya terhadap psikologi, ilmu yang saya cintai. Sebuah ilmu yang saya pelajari secara formal selama 3 tahun 8 bulan dan tetap menyisakan berbagai pertanyaan dalam benak saya. Itulah sebabnya, secara informal saya tidak pernah berhenti menjadi seorang mahasiswa psikologi meskipun tidak lagi di UGM, tapi di Universitas Kehidupan.

Saya mencintai ilmu ini karena pelajaran pertama yang ia berikan di hari pertama saya masuk: Who Am I? Tugas yang diberikan ketika OPSPEK itu ternyata menyentil saya untuk mempertanyakan hal yang sama sekali belum pernah ada dalam benak saya hingga saat itu. Jurusan yang tidak benar-benar saya pilih dengan sepenuh hati pada akhirnya justru membawa saya pada penemuan yang mencerahkan tentang untuk apa saya diciptakan di dunia.

(more…)