Pintu Persepsi-Bagian Ketiga

Silakan mengambil posisi duduk yang nyaman bagi Anda. Pejamkan mata, dan ikuti instruksi berikut ini.

Ingat-ingatlah sebuah kejadian menyenangkan yang Anda alami baru-baru ini. Anda bisa melihatnya dengan jelas? Bagus. Sekarang, perhatikan dengan lebih detil gambaran pengalaman tersebut. Gambaran tersebut berwarna atau hitam putih? Tiga dimensi atau datar seperti sebuah foto? Anda ada di dalam gambaran dan menjadi bagian di dalamnya atau Anda adalah penonton yang menyaksikan kejadian tersebut? Apakah gambaran tersebut bergerak seperti sebuah film atau diam? Apakah ia terlihat terang atau gelap, suram, atau di antara keduanya? Apakah gambaran tersebut fokus atau tidak?

(more…)

Pintu Persepsi-Bagian Kedua

Selamat datang kembali di pintu persepsi! Jika pada tulisan yang lalu Anda sudah memahami bahwa persepsi Anda terbentuk melalui pintu yang dinamakan rep system, maka sesuai janji saya pada tulisan tersebut, kali ini kita akan belajar tentang proses mengenali dan memahami pintu persepsi diri kita sendiri dan orang lain.

Masih ingat dengan NLP Presuposition? Nah, salah satu presuposisi favorit saya adalah we cannot not communicate. Dalam bahasa sederhana, sekeras apapun Anda dan saya berusaha untuk tidak berkomunikasi, orang lain akan tetap dapat menangkap apa yang ada dalam pikiran maupun perasaan kita.

Wah, benarkah demikian?

(more…)

Pintu Persepsi-Bagian Pertama

Apa yang muncul dalam benak Anda jika saya minta untuk memikirkan secangkir coklat susu kental hangat?

  • Gambaran sebuah cangkir berisi cairan berwarna coklat kental disertai asa lembut yang mengepul ke atas kah?
  • Suara yang muncul ketika Anda sedang menyeruput secangkir coklat susu dengan penuh kenikmatan kah?
  • Lidah yang bergejolak merasakan manis dan lembutnya kah?
  • Harumnya wangi coklat yang bercampur susu?
  • Rasa hangat yang mengalir dari lidah menuju kerongkongan dan berakhir di perut kah?

(more…)