NLP Memang Tidak ‘Ilmiah’

Terus terang, saya penasaran dengan artikel saya ini. Penasaran bukan pada hasil akhirnya, melainkan pada respon yang akan saya dapatkan dari pembaca. Bisa jadi sih, tidak ada respon apa-apa. Bisa jadi juga, akan muncul respon yang pro maupun kontra.

Saya teringat ketika melakukan riset kualitatif beberapa tahun yang lalu. Ketika itu, proposal yang saya ajukan mendapat komentar yang cukup menarik dari pembimbing saya. Beliau ini memang merupakan orang “langka” pada waktu itu, sebab memang di tempat kami kuliah masih jarang para dosen yang mendalami ‘metodologi’ kualitatif. Nah, saya merasa perlu memberi tanda kutip pada kata metodologi, sebab itulah komentar pertama yang diberikan oleh pembimbing saya ketika ia membaca proposal saya.

Continue reading “NLP Memang Tidak ‘Ilmiah’” »