Jangan Matikan Alarm-nya, Sebelum Mengatasi Sumber Ia Berbunyi

Cukup sering saya ditanya, “Pak, apakah seorang yang belajar NLP tidak bisa sedih, marah, atau merasakan emosi negatif lainnya?”

Ah, sebuah pertanyaan yang menggelitik. Di tengah maraknya berbagai ilmu pengembangan diri, utamanya yang berbasis mind technology, kata-kata emosi negatif seolah-olah hanya miliki emosi-emosi seperti marah, sedih, dendam, dengki, kecewa, dan kawan-kawannya. Sementara emosi-semosi seperti senang, gembira, semangat, antusias, dan sobat-sobatnya, dengan sendirinya masuk ke dalam kelompok emosi positif.

(more…)