Budaya Coaching

Beberapa hari ini, saya tergelitik dengan tulisan dari salah satu sahabat saya, Coach Tjia Irawan. Ia menulis bahwa membangun coaching culture tidaklah cukup dengan hanya memberikan pelatihan coaching pada para manajer. Banyak inisiatif implementasi coaching tak jalan sebab karyawan pun perlu memiliki pemahaman yang tepat tentang coaching.

Ya, mengajari para manajer bagaimana melakukan coaching dengan baik itu penting. Namun coaching adalah proses interaktif antara coach dan coachee. Ia adalah dialog, bukan monolog. Seorang coach boleh jadi hebat mengajukan pertanyaan, namun ia takkan pernah bisa membuat coachee-nya menjawab. Sebab coaching memang adalah soal klien, bukan soal coach-nya.

(more…)