NLP itu Coaching Banget, Coaching itu NLP Banget (2)

NLP, salah satunya didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari struktur dari sebuah perilaku. The structure of subjective experience. Maka yang diincar oleh seorang praktisi NLP adalah pola-pola perilaku, alih-alih ‘isi’ atau penyebab dari perilaku tersebut.

Pada seseorang yang curhat dengan berkata, “Caranya berbicara membuatku kesal deh!”, praktisi NLP tidak akan bertanya, “Memangnya dia bicara apa? Kapan dia bicara itu? Mengapa dia bicara seperti itu?”, melainkan akan bertanya, “Bagaimana cara dia bicara, bisa memicu rasa kesalmu?” atau “Bagaimana kamu memunculkan rasa kesal setelah melihat caranya berbicara?”

Bisa menandai bedanya?

(more…)

NLP Itu Coaching Banget, Coaching Itu NLP Banget

Suatu kali, Michaell Hall pernah berkata, “Jika saja dulu NLP memulai dengan coaching—alih-alih terapi—we can own this field.” Kalimat ini bukan tanpa dasar. Ia didasari oleh pengalamannya mengisi sebuah sesi di salah satu konferensi ICF di sebuah negara. Dari sekitar 24 orang yang diundang—kalau saya tidak salah dengar—3 orang di antaranya adalah para coach berbasis NLP. Hanya 3? Ya, hanya 3 yang benar-benar menyatakan demikian. Namun kala sudah berkenalan satu demi satu, terungkaplah bahwa pembicara lain pun rupanya pernah mengikuti berbagai pelatihan NLP untuk memperkaya keterampilan mereka. Simpulan sederhana, NLP telah sejak lama dipandang sebagai alat bantu oleh para coach profesional.

Maka tak heran jika kemudian Michael Hall mengucapkan kalimat di atas. Sebab merunut pada berbagai asumsi dan pendekatan yang digunakan dalam NLP—terapi sekalipun—kita akan menemukan kesamaan cara pandang dengan coaching. Mungkin sebab era di masa NLP lahir saja lah, yang kala itu memang dikenal coaching seperti sekarang, yang menyebabkan NLP baru menyentuh coaching belakangan.

(more…)