Coaching Insight #4: Bagaimana Menurutmu?

Sebuah tantangan tersendiri, ketika klien coaching saya adalah karyawan yang ditugaskan oleh perusahaan. Ditambah lagi mereka belum pernah mendengar tentang coaching. Ada beberapa langkah, teknik, dan trik yang perlu dilakukan agar keseluruhan sesi berjalan lancar. Namun ada satu hal yang saya ingin ulas kali ini.

Ya, karena ditugaskan oleh perusahaan, dalam hal ini diwakili oleh atasan, maka tujuan perubahan pun ditentukan oleh perusahaan (atasan). Padahal, coaching baru akan efektif jika tujuan ditentukan sendiri oleh klien. Kan coaching adalah tentang klien. Bagaimana bisa ia sungguh-sungguh menjalani proses perubahan jika tujuan yang harus ia capai bukan ia tetapkan sendiri?

(more…)

Coaching Insight #3: Ini Tentangnya, Bukan Tentangku

Inilah pola pikir paling mendasar yang benar-benar memerlukan perjuangan bagi saya untuk menghayatinya. Karena paling mendasar, maka ia landasan bagi segalanya. Dan segala model serta teknik yang saya pakai, akan rapuh tanpa landasan yang satu ini.

Ya, coaching adalah tentang klien, bukan tentang saya. Ini adalah hidupnya, targetnya, impiannya, pekerjaannya, keluarganya. Bukan tentang diri saya, kehidupan saya, pengalaman saya, kesuksesan saya. Mungkin saya memiliki informasi dan pengalaman yang kaya. Namun pertanyaan paling penting adalah: apakah ia memerlukannya?

(more…)

Coaching Insight #2: Pertanyaan Itu pun, Untukku

Seorang klien, disebut coachable, ketika ia memang telah berada dalam kondisi psikologis yang siap untuk melakukan perubahan. Maka kondisi klien, sebenarnya sama dengan kondisi saya sebagai coach. Sama-sama orang sehat, yang sedang ingin menjadi lebih baik.

Nah, di sini serunya nih. Karena kondisi saya sama dengan klien, maka sebagaimana klien datang ke seorang coach, ia pasti memiliki kondisi yang memerlukan bantuan orang lain. Jika ia bisa memfasilitasi dirinya sendiri, tentu ia tak membutuhkan saya. Ketika seorang klien memiliki sebuah hambatan dalam dirinya, begitu pula saya.

Bingung?

(more…)

Coaching Insight #1: Coaching Menumbuhkanku

Saya pertama kali mengenal istilah coaching sebagai sebuah proses dan coach sebagai profesi pada sekitaran tahun 2007. Tiga tahun sejak pertama kali belajar NLP. Di tahun itu, saya menemukan beberapa buku tentang coaching, dan mulai mempelajarinya satu demi satu. Berbekal sedikit pemahaman tentang NLP, saya merasa sudah memahami coaching.

(more…)