Di artikel yang lalu kita sudah belajar perilaku dipengaruhi oleh perasaan. Maka, saat kita ingin mendorong diri untuk melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang kita inginkan, tanyakan kepada diri sendiri:

“Agar aku mau melakukan perilaku ini, aku perlu merasakan apa dulu?”

“Perasaan apa yang perlu aku rasakan agar aku akhirnya terdorong untuk melakukan perilaku ini sekarang juga?”

Sebaliknya, saat kita tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan, kita pun perlu menandai perasaan kita. Ajukan pertanyaan:

“Apa yang aku rasakan saat aku mau melakukan hal ini sehingga akhirnya aku tidak melakukannya?”

“Perasaan apa yang muncul sehingga aku menunda-nunda melakukan hal ini?”

Setelah Anda menandainya, barulah Anda ajukan dua pertanyaan sebelumnya.

Lalu, setelah kita mengidentifikasi perasaan yang diperlukan, bagaimana cara mengaksesnya? Setelah mengidentifikasi perasaan yang menghambat, bagaimana cara mengubahnya? Kemarin kita sudah belajar bahwa perasaan dipengaruhi oleh pikiran. Maka, saat sebuah perasaan muncul, kita perlu menyadari apa yang kita pikirkan. Kita perlu menyadari pikiran-pikiran yang melintas yang memicu perasaan tersebut. Pikiran-pikiran ini muncul sekilas dan selintas. Maka, untuk kita perlu masuk ke dalam diri untuk menyadari lintasan-lintasan pikiran ini. Sadari secara penuh suara-suara yang muncul di dalam diri ketika perasaan tersebut muncul.

Misal, pada saat Anda menunda-nunda untuk mengerjakan sebuah tugas. Sadari pikiran yang memicunya. Bisa jadi pikiran yang muncul adalah “ah, masih ada waktu, besok juga masih bisa.” Saat pikiran ini yang muncul, diputar berulang-ulang dalam benak kita, maka kita tidak akan dapat segera memulai pengerjaan tugas tersebut. Kita akan menunda-nundanya. Atau misalnya saat Anda berniat berolahraga pagi, lalu pada saat seharusnya berolahraga, muncul rasa malas. Sadari pikiran yang memicunya. Bisa jadi pikiran yang muncul adalah “masih pagi, nanti sore saja lah. Lagian siang nanti ketemu klien, kalau pagi ini terlalu lelah nanti malah nggak optimal ketemu kliennya.” Selama suara ini yang kita putar dalam pikiran kita, rencana olahraga tidak akan pernah terwujud sampai kapanpun.

Maka, Anda perlu tanyakan ke diri sendiri: “Apa yang perlu aku pikirkan saat ini agar aku bersegera mengerjakan tugas ini sekarang?” “Apa yang perlu aku pikirkan saat ini agar aku bersemangat untuk berolahraga pagi ini?” Jawabannya tentu saja berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian mungkin akan menjawab:

“Jika tidak aku kerjakan sekarang, aku tidak akan punya waktu untuk membaca novel besok”

“Jika aku tidak mengerjakannya sekarang, aku tidak akan sempat mengedit laporan yang perlu aku sajikan lusa”

“Aku memilih untuk mengerjakan tugas ini sekarang karena aku adalah orang yang disiplin”

“Aku akan berolahraga sekarang juga karena kesehatan itu sangat sangat penting untuk dijaga”

“Jika aku menunda hal-hal kecil seperti ini, aku akan menunda hal-hal besar yang mungkin datang kepadaku”

Apapun jawabannya, pilihlah pikiran yang membuat Anda terdorong untuk melakukan apa yang perlu Anda lakukan.

%d bloggers like this: