Coaching Insight #2: Pertanyaan Itu pun, Untukku

Seorang klien, disebut coachable, ketika ia memang telah berada dalam kondisi psikologis yang siap untuk melakukan perubahan. Maka kondisi klien, sebenarnya sama dengan kondisi saya sebagai coach. Sama-sama orang sehat, yang sedang ingin menjadi lebih baik.

Nah, di sini serunya nih. Karena kondisi saya sama dengan klien, maka sebagaimana klien datang ke seorang coach, ia pasti memiliki kondisi yang memerlukan bantuan orang lain. Jika ia bisa memfasilitasi dirinya sendiri, tentu ia tak membutuhkan saya. Ketika seorang klien memiliki sebuah hambatan dalam dirinya, begitu pula saya.

Bingung?

(more…)

Coaching Insight #1: Coaching Menumbuhkanku

Saya pertama kali mengenal istilah coaching sebagai sebuah proses dan coach sebagai profesi pada sekitaran tahun 2007. Tiga tahun sejak pertama kali belajar NLP. Di tahun itu, saya menemukan beberapa buku tentang coaching, dan mulai mempelajarinya satu demi satu. Berbekal sedikit pemahaman tentang NLP, saya merasa sudah memahami coaching.

(more…)