Coaching Insight #2: Pertanyaan Itu pun, Untukku

Seorang klien, disebut coachable, ketika ia memang telah berada dalam kondisi psikologis yang siap untuk melakukan perubahan. Maka kondisi klien, sebenarnya sama dengan kondisi saya sebagai coach. Sama-sama orang sehat, yang sedang ingin menjadi lebih baik.

Nah, di sini serunya nih. Karena kondisi saya sama dengan klien, maka sebagaimana klien datang ke seorang coach, ia pasti memiliki kondisi yang memerlukan bantuan orang lain. Jika ia bisa memfasilitasi dirinya sendiri, tentu ia tak membutuhkan saya. Ketika seorang klien memiliki sebuah hambatan dalam dirinya, begitu pula saya.

Bingung?

(more…)

Coaching Insight #1: Coaching Menumbuhkanku

Saya pertama kali mengenal istilah coaching sebagai sebuah proses dan coach sebagai profesi pada sekitaran tahun 2007. Tiga tahun sejak pertama kali belajar NLP. Di tahun itu, saya menemukan beberapa buku tentang coaching, dan mulai mempelajarinya satu demi satu. Berbekal sedikit pemahaman tentang NLP, saya merasa sudah memahami coaching.

(more…)

Antara Coaching dan Kecerdasan Emosi

Menarik ketika saya menelaah ulang Primal Leadership, sebuah karya masterpiece dari 3 orang pakar kepemimpinan: Daniel Goleman, Richard Boyatzis, dan Annie McKee. Meski buku tersebut tidak membahas tentang coaching, namun apa yang ketiganya paparkan tentang proses pengembangan kecerdasan emosi sungguh begitu erat kaitannya dengan coaching. Saya bahkan berani mengatakan, bahwa kecerdasan emosi, faktor penentu kesuksesan yang lebih besar daripada IQ itu, hanya bisa berkembang melalui coaching.

Kok begitu?

Mari kita telaah ya.

(more…)

Aplikasi NLL dalam Coaching

Artikel ini merupakan bahasan lanjutan dari artikel “Menyelami Lagi Neuro-Logical Level” (NLL). Dalam artikel tersebut, NLL yang bermula sebagai sebuah model unified theory of NLP, dan berfungsi sebagai sebuah ‘alat diagnostik’ kondisi klien, dapat juga kita gunakan sebagai metode untuk menyusun rencana. Sebuah rencana seringkali tak berjalan sebagaimana mestinya, sebab ia tak selaras dengan lapisan-lapisan pikiran dan perasaan dalam diri. NLL memungkinkan sebuah rencana memiliki makna yang mendalam sehingga menghadirkan energi besar untuk menjalankannya.

(more…)

Coaching with The 7 Habits in Mind

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik dalam pikiran saya beberapa waktu belakangan, kala saya mulai intensif menulis tentang coaching.

“Bagaimana jika ada seorang datang pada saya, seorang koruptor, dan berminat menjadi klien coaching saya dengan tujuan untuk dapat korupsi lebih banyak dan tanpa ketahuan? Akankah saya terima?”

Jawabannya tentu saja tidak. Namun pertanyaan serupa itu menghadirkan tanya lain yang lebih esensial: ada kah batasan dalam coaching? Tentang apa coaching sebenarnya? Insan seperti apa kah yang ingin dibentuk melalui coaching?

(more…)

NLP itu Coaching Banget, Coaching itu NLP Banget (2)

NLP, salah satunya didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari struktur dari sebuah perilaku. The structure of subjective experience. Maka yang diincar oleh seorang praktisi NLP adalah pola-pola perilaku, alih-alih ‘isi’ atau penyebab dari perilaku tersebut.

Pada seseorang yang curhat dengan berkata, “Caranya berbicara membuatku kesal deh!”, praktisi NLP tidak akan bertanya, “Memangnya dia bicara apa? Kapan dia bicara itu? Mengapa dia bicara seperti itu?”, melainkan akan bertanya, “Bagaimana cara dia bicara, bisa memicu rasa kesalmu?” atau “Bagaimana kamu memunculkan rasa kesal setelah melihat caranya berbicara?”

Bisa menandai bedanya?

(more…)