Pemimpin adalah Hadiah

“Pemimpin, adalah hadiah bagi yang dipimpin.”

Demikian sebuah nasihat pernah bertutur. Ya, saya dulu berpikir sebaliknya. Bahwa kita, yang dipimpin ini, membutuhkan seorang pemimpin agar bisa berubah. Ini benar adanya. Hanya dalam banyak kondisi, yang terjadi bisa sebaliknya. Yakni bahwa hadirnya seorang pemimpin, ditentukan oleh yang dipimpin.

Apa pasal?

Lah, memang darimana asal seorang pemimpin jika bukan dari orang-orang yang dipimpin? Darimana lahirnya presiden jika bukan dari rakyatnya? Untuk kasus presiden, terutama, sungguh hampir mustahil sebuah negara mengimpor presiden dari negara lain. Jadilah seorang (more…)

Mind into Muscle: Dari Misi Menjadi Aksi

Misi dan Tujuan telah dimiliki, bagaimana menjadikannya nyata?

Inilah tantangannya. Sebab bermimpi itu enak, maka ada banyak orang yang berhenti disitu, dan merasa bahwa segalanya telah dimiliki. Padahal adalah hak sebuah impian, untuk diwujudkan. Jika kita telah berani bermimpi, kita mesti sungguh-sungguh mewujudkannya. Atau kalau tidak, impian itu akan menghantui masa depan kita, menuntut haknya. Eh, kok jadi ngeri. Hehehe…

Tapi ada benarnya lho. Orang yang berani bermimpi, namun tidak sungguh-sungguh, akhirnya tak mendapatkan hasil apapun. Dan karena tidak mendapat hasil, ia jadi putus asa kala melihat kembali mimpinya. Dan bahayanya, ia bisa menjadi lebih putus asa dari sebelum punya mimpi. Lebih bahayanya lagi kalau ia lalu ‘meracuni’ orang lain, “Udah lah. Nggak usah mimpi tinggi-tinggi. Nanti sakit kalau jatuh.”

(more…)

Kenali Misi, Tetapkan Tujuan

Setelah kita sadari kemampuan mengelola pikir dan rasa, setelah kita bisa merasa bahagia sebab pilihan dan bukan keadaan, lalu apa? Apa lagi yang penting dilakukan?

Insan yang bertanggung jawab atas responnya tentu takkan berhenti hanya karena ia mampu mengotak-atik pikirannya. Ia akan melangkah maju untuk bertanggung jawab atas nasibnya. Sebab nasib adalah di tangannya, menari di antara takdirNya. Di titik inilah penting untuk segera menentukan arah kehidupan. Sebab pribadi yang bertanggung jawab, memiliki energi besar untuk bergerak. Sebuah energi yang justru membahayakan kala tak diarahkan dengan baik. Sungguh amat mudah kita temui orang-orang yang merusak kehidupan, sedang mereka memiliki kecerdasan luar biasa. Bukan bermula dari jahatnya diri, melainkan sebab tak terarahnya hidup.

(more…)

Manage Your Mind, or Someone Else Will

“Menabur pikiran, menuai tindakan,” nasihat Samuel Smiles, sebagaimana kerapkali dikutip oleh Stephen R. Covey. Sebab kita menginginkan hasil, dan hasil adalah buah dari tindakan, maka cermatlah terhadap pikiran yang menjadi bibitnya. Mengapa ada orang yang mencapai hasil sedang yang lain tidak? Cermati pikirannya, sebab dari sana lah semuanya bermula.

Tapi apa itu pikiran? Seperti apa persisnya mengelola pikiran itu? Dan mengapa pula orang lain bisa mengambil alih pikiran kita jika tak kita kendalikan?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang sangat erat kaitannya dengan NLP. Menguasai cara mengelola pikiran adalah langkah awal menjadi pemimpin diri, menjadi orang bertanggung jawab atas responnya sendiri.

(more…)

NLP dan Kepemimpinan Diri

Sebagaimana telah saya singgung pada artikel lalu, NLP amat erat hubungannya dengan kepemimpinan. Sebab mempraktikkan NLP, sejatinya adalah menjadi tuan atas diri sendiri, menjadi pemimpin atas diri sendiri.

OK, kepemimpinan. Ia adalah sebuah nominalisasi. Kata benda, yang bukan benda. Meski secara kaidah kebahasaan tergolong kata benda, kita tidak pernah bisa menemukannya di pasar, mal, pun toko online. Sebab kepemimpinan memang sebenarnya sebuah proses. Kumpulan perilaku yang terangkai dalam tema tertentu. Maka untuk memahami apa itu kepemimpinan, dan bagaimana kita bisa melakukannya dengan baik, kita perlu membedahnya. Melakukan cracking, dalam istilah pegiat NLP.

(more…)