Aplikasi NLL dalam Coaching

Artikel ini merupakan bahasan lanjutan dari artikel “Menyelami Lagi Neuro-Logical Level” (NLL). Dalam artikel tersebut, NLL yang bermula sebagai sebuah model unified theory of NLP, dan berfungsi sebagai sebuah ‘alat diagnostik’ kondisi klien, dapat juga kita gunakan sebagai metode untuk menyusun rencana. Sebuah rencana seringkali tak berjalan sebagaimana mestinya, sebab ia tak selaras dengan lapisan-lapisan pikiran dan perasaan dalam diri. NLL memungkinkan sebuah rencana memiliki makna yang mendalam sehingga menghadirkan energi besar untuk menjalankannya.

(more…)

Buku-buku Panduan untuk Terapi Berbasis NLP

Menggunakan NLP dalam psikoterapi memerlukan ilmu dan keterampilan yang komprehensif. Mengikuti pelatihan 1-2 hari jelas tidak memadai. Saya selalu menganjurkan setiap kawan yang ingin praktik terapi secara profesional untuk benar-benar mempelajari NLP secara utuh, melalui pelatihan yang komprehensif. Ini sebab kita tidak pernah tahu akan menghadapi klien dengan kondisi seperti apa.

(more…)

Apa Keunikan NLP?

Jika NLP adalah modeling. Model dan teknik dalam NLP adalah hasil modeling. Maka wajar jika banyak model dan teknik yang belum diuji menggunakan metode ilmiah. Sebab para praktisi NLP menggunakan modeling untuk melakukan ‘penelitian’. Menggunakan modeling, yang dicari adalah ‘bagaimana’ sebuah hasil bisa dicapai? ‘Bagaimana’ prosesnya? Maka NLP memang pragmatis. Cari ahlinya, temukan strukturnya. Uji model dan teknik yang ditemukan. Jika bekerja, gunakan. Jika tidak, model ulang.

Pertanyaannya, apakah modeling pun bisa dikategorikan sebagai penelitian? Bukankah penelitian juga banyak yang mencoba mencari tahu ‘bagaimana’ sesuatu terjadi?

(more…)

Apakah NLP Ilmiah?

Enam tahun lalu, saya pernah menulis artikel tentang ilmiah tidaknya NLP. Dan kini, saya berminat untuk melanjutkan. Apa pasal? Karena belakangan ada beberapa miskonsepsi tentang NLP. Pada saat yang sama, saya pun baru mendapati beberapa informasi tentang riset-riset terkait NLP.

Saya sendiri belum pernah melakukan riset ilmiah apapun tentang NLP. Maka artikel ini, dan lanjutannya—insya Allah—akan lebih membahas tentang apa yang sudah ada. Salah satu tujuannya tentu adalah untuk menstimulasi para peneliti di Indonesia untuk melanjutkan.

 

(more…)

NLP untuk Aktualisasi Diri

Pada artikel yang lalu saya telah membahas sedikit tentang kaitan sejarah antara NLP dan Human Potential Movement. Lebih lengkapnya silakan pelajari dalam buku karya L. Michael Hall, “Self Actualization Psychology”. Tentu, ini adalah penafsiran Hall, dan masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Namun setidaknya kita bisa mendapatkan sebuah gambaran yang lebih besar dan utuh tentang apa sebenarnya NLP itu.

Ya, memahami bahwa ada kemungkinan akar NLP adalah dari riset-riset tentang manusia sehat yang dipelopori oleh Maslow, kita bisa merasakan bahwa NLP punya arah yang lebih luas. Tidak bisa dipungkiri, meski Richard Bandler sungguh sering mengatakan, “NLP is not therapy!”, namun kenyataannya terapi selalu menjadi bahasan utama dalam NLP. Para pembelajar yang mengikuti kelas NLP Practitioner banyak mendapati di akhir kelas biasanya ada semacam ujian praktik berupa terapi. Maka ketika NLP kiranya punya kaitan dengan Aktualisasi Diri, fungsinya sungguh menjadi teramat besar. Apalagi, Maslow sejatinya sejak puluhan lalu telah mengembangkan teori yang tak hanya membahas aktualisasi diri dalam ranah diri itu semata, namun sudah sampai pada organisasi dan masyarakat. Masyarakat sehat, sebagaimana organisasi yang sehat, adalah ia yang terdiri dari orang-orang sehat, dan memfasilitasi tumbuhnya orang-orang sehat. Jika dalam kerangka ini kita memahami NLP, wah, sungguh besar dan panjang perjalanan kita.

(more…)

Indonesian NLP Conference #2: Sebuah Rintisan NLP ala Indonesia

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

Adalah Pak Wid—begitu beliau biasa disapa—yang dengan begitu proaktif menghubungi panitia menawarkan sebuah paper hasil penelitian sementara beliau tentang pola-pola bahasa dalam literatur Jawa Kuno. Meskipun beliau mengakui bahwa kajian ini baru dimulai, dan memiliki banyak keterbatasan dalam melakukannya, sesi yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam di Indonesian NLP Conference 3 April lalu benar-benar menggelitik para peserta yang hadir di kelas beliau.

(more…)