Revisiting ‘My’ NLP

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

Seiring dengan proses editing naskah saya, saya pun melakukan peninjauan kembali naskah tersebut dari awal hingga akhir. Sebuah proses yang melelahkan, namun sekaligus mencerahkan.

Kok mencerahkan?

Ya, karena rupanya saya jadi berkesempatan untuk meninjau kembali berbagai pemahaman yang sejauh ini telah begitu mapan saya tanam dalam diri saya tentang NLP. Uniknya, saya menemukan buanyak pemahaman baru, yang belum pernah terpikir sebelumnya. Serangkaian simpul-simpul baru pun terjalin menyusun bangunan pemahaman yang semakin luas.

Apa saja sih?

(more…)

Agenda Spiritual NLP

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

Saya memulai pengembangan Spiritual NLP dengan alasan yang amat sederhana. Sebuah alasan yang berangkat dari keawaman saya mengenai ranah spiritual dan agama. Ya, saya bukanlah seorang ustadz, apalagi ahli agama. Saya adalah praktisi psikologi. Sementara itu, jauh di atas profesi saya, saya adalah seorang Muslim, yang menikmati keislaman saya.

Nah, dalam kondisi sedang menyelami perjuangan untuk mendekat pada Sang Pencipta, saya menemukan bahwa umur manusia begitu singkat jikalau digunakan untuk hal-hal yang tidak mendekatkan saya pada tujuan akhir: bertemu Allah sebagai ahli surga.

(more…)

Spiritual NLP

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

Wah, apa nih?

Ya, Spiritual NLP.

Maksudku, apa lagi nih? Memangnya NLP kurang, kok musti dispiritualkan?

Begitulah.

Wah, bukannya NLP itu sudah komplit? Kurang apa lagi?

Beneran pengen tahu?

(more…)

Modeling Itu Mudah, Setelah Tahu Caranya

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

Artikel ini adalah proses chunk down dari artikel gubahan Pak Ronny mengenai proses latihan modeling yang dilakukan oleh para peserta program Licensed Master Practitioner of NLPTM selama 7 hari.

Yap, asyik sekali bertemu dengan orang sekelas Pak Yan Nurindra. Orang seperti Pak Yan inilah yang pantas menyandang sebutan expert, yang tidak hanya tahu, paham, dan bisa, juga kesemuanya itu telah terintegrasi dari dalam dirinya. Ibarat masakan, cara Pak Yan melakukan hipnosis itu memang sudah punya komponen utama yang membuat masakan tersebut enak disantap. Maka kalau dibedah satu per satu komponennya, barangkali kita sudah tidak menemukan lagi pola-pola yang eksplisit. Tidak heran, wejangan yang awal-awal kami dengar pada sesi demo tersebut adalah,“Hipnosis itu seni”.

“Wah, repot ini kalau sudah pakai kata ‘seni’.”

(more…)

Think Out of the Box dengan “Cartesian Coordinate”

Saya bukanlah seorang penggemar matematika. Setidaknya, demikian keyakinan saya terhadap subyek yang satu ini sebelum saya mempelajari NLP.

Wah, apakah karena saya telah mengubah keyakinan saya dengan NLP?

He..he..sayangnya, tidak seheroik itu. Saya hanya menemukan sebuah pelajaran NLP yang menjadi salah satu jawaban atas pertanyaan saya kepada guru matematika SMA saya beberapa tahun lalu. Sedikit bernostalgia, saya sempat terkena omelan karena bertanya, ”Pak, apa sih gunanya kita mempelajari logika matematika?”

(more…)